I’m Here (Be With Me)

"Hes taking you away from me..."

Title: I’m Here (Be With Me) (1/?)

Length: Chapter-ed (?) or OneShot.

Pairing: Taemin/Seohyun

Summary: “Is he better than me? Am I not worthy enough for you? I’ll show you, wait for me.”

A.N: Salahkan SBS bikin grup para magnae di Gayo Daejun 2010 kemaren ==”, saya jadi tidak bisa lupa scene pas si Seohyun turun dari atas , ato pas taemin cracking that whip~ Daebak!! jadi kepikiran, kayaknya pair ini lucu. dan saya sempat search di google, ada FF “I’ll Find You” by (saya lupa) di ffindo daaaan… pairnya TaeSeo jugaaa~ xDD (saya penggemar rare pairing~ ). posternya lucu yaa… saya bikin sendiri looo…. ayo bilang lucu dong… hiks hiks TT #abaikan#

“hu… hu… hiks.”

Seohyun menggeleng kepala untuk entah yang keberapa kalinya dalam hari ini. Taemin menangis lagi setelah dikerjai oleh teman-temannya di sekolah (“me—mereka… *hiks* jahat…*hiks*”). Secara tidak sengaja Seohyun menemukan Taemin di tepi sungai dekat dengan rumahnya saat dia pulang les. Dan sejak tadi pula, namja cantik putra Lee ahjhusshi, orang berada di distrik xxx ini tidak kunjung berhenti menangis. Seohyun bingung harus dengan apa lagi membujuknya. Akhirnya dia hanya menemani Taemin menangis sambil duduk disampingnya.

“hiks, hiks, noona…” Taemin sesenggukan menahan tangisnya. Seohyun menepuk punggung Taemin pelan.

“Ne, Taeminnie?”

“me-mereka  bilang noona jelek… mereka bilang aku tidak boleh berteman dengan noona…” andai saja tidak menangis, seohyun pasti merasa wajah taemin sekarang lucu sekali.

“hmm, aku kan memang jelek,” bibir taemin mencibir mendengar ucapan seohyun, “seharusnya taemin memang berteman dengan mereka sa—“

“noona cantik kok!”

“—bukan masalah cantik atau tidaknya, taeminnie, tapi keluarga lee kan kaya—“

“ya sudah! Noona menikah sama aku saja! Biar noona sama denganku nanti, biar mereka tidak bisa mengejek noona lagi!” jawab taemin polos. Wajah seohyun nampak kaget dengan ucapan namja yang bagaikan dongsaengnya itu.

“ya? Ya? Ya?” permintaan yang agak memaksa. Seohyun menghela nafas dan mencoba tersenyum.

“ne. tapi aku tidak mau menikah dengan namja cengeng…”

Taemin bergegas mengusap semua air mata yang masih ada di sudut matanya dengan lengan sweater biru kesukaannya.

“a-anu… *hiks* aku… aku haus…”

Seohyun tersenyum mendengar pernyataan jujur dari namja kecil itu. Disekanya air mata yang tersisa di pipi  Taemin dengan sapu tangan yang diambil dari tas punggung merah yang dia kenakan. Taemin manyun saja.

“Kita beli minum ya, tapi kamu jangan menangis lagi. Setelah itu kamu kuantar pulang. Arasso?” Senyum Taemin mengembang.

“Ne! ayo noona!”

Dan hanya begitu, sedih yang taemin rasakan hilang tanpa jejak. Seohyun memang sudah menganggap taemin sebagai dongsaengnya sendiri. Jadi hal seperti inipun sudah biasa. Taemin yang masih berumur 11 tahun cocok sekali menjadi dongsaeng yang dia inginkan. Namun tidak akan pernah ada, karena Ibunya sudah meninggal. Sekarang dia hanya tinggal berdua dengan ayahnya yang seorang pegawai di sebuah pabrik kertas. Kehidupan mereka jauh dari kata makmur. Bahkan Seohyun pun harus bekerja sambilan di toko kue milik keluarga Taemin dua kali dalam seminggu.

Menemani Taemin sepulang sekolah hampir menjadi kerjaannya, meski keluarga Taemin mengatakan tidak usah, karena itu merepotkan. Tapi tetap saja, Seohyun suka melakukannya.

“Ne, kajja, Taeminnie.” Seohyun meraih tangan kecil Taemin dan menggenggamnya erat. Taemin membalas genggamannya dengan sama kuat.

6 years later.

“Yah! Aku tidak suka caramu memandang Noona! Jangan main-main!”

“Cih. Kau pikir siapa kau Taemin? Namjachingunya? Terserah aku!” Taemin terhentak sejenak, tapi tahu akan situasi tegang yang sedang dihadapinya, Taemin tersadar.

‘Siapa aku?’

“YAH! Kenapa?! Kau kehilangan kata-kata? Dasar bocah ingusa—“

BUAK! Satu pukulan taemin terbang telak di wajah namja bernama Joon itu. Joon terdorong ke belakang, tubuhnya menabrak batang pohon yang tidak dia lihat.

“Jangan berkata yang tidak perlu,” Balas taemin.

“Sialan!”

BUK! DUAK! Pertarungan sengit antara kedua namja itu mendapat sorakan dari anak-anak yang memang sengaja menonton mereka.

“Jauhi Noona!”

DUK!

“PERSETAN DENGANMU BO—“

“Hentikan!” Jeritan seorang yeoja tidak berhasil menghentikan aksi saling memukul antara Taemin dan Joon. Namun bisa membuat anak-anak yang menyoraki mereka langsung lari meninggalkan lapangan basket.

“Berhenti, taemin!” teriak Seohyun.

“jangan ikut campur, noona!”

Mendengar kata-kata itu, seohyun berlari mendekati Taemin dan Joon. Usahanya untuk melerai mereka berdua tidak membuahkan hasil, sampai akhirnya pukulan Joon yang ditujukan ke Taemin nyasar ke bahu Seohyun.

“ah!” Seohyun tersungkur dan merintih kesakitan.

“noona!”

Joon yang masih kaget karena salah sasaran pun menerima pukulan telak di wajahnya oleh Taemin yang marah besar. Nafas taemin memburu.

“a—awas kau bocah!” Joon berbalik dan lari sambil memegangi wajahnya yang lebam.

Setelah memastikan Joon pergi, taemin bergegas menghampiri Seohyun yang jatuh.

“dimana yang sakit noona?” tanya taemin cemas. Tangan seohyun dipegang dan diperiksanya satu persatu. Taemin juga melihat kea rah wajah seohyun.

“tidak apa-apa kok, taemi—ah!” seohyun berteriak saat taemin memegang bahu kanannya. taemin bertambah cemas.

“sebelah sini sakit?” seohyun mengangguk pelan.

“coba kulihat.” Wajah seohyun bersemu mendengar kata-kata taemin.

“ti-tidak usah.”

“wae? Noona, mukamu merah. Kau demam? Sakit banget ya?” taemin tambah panic.

Seohyun menunduk berusaha menutupi wajahnya, meski sebenarnya tidak perlu, karena rambut panjangnya sudah sangat membantu.

“noona?”

“gwenchana, taeminnie…” raut wajah taemin berubah masam.

“sudah kubilang jangan memanggilku dengan nama itu. Aku sudah besar, noona. Lagian Seo-noona sekarang suka bohong. Jelas-jelas sakit kan? Apa nya yang tidak—“

Ucapan taemin terpotong oleh tangan seohyun yang menutup mulutnya. Seohyun menggeleng.

“gwenchana. Aku tak mau melihatmu berkelahi lagi dengan siapapun gara-gara aku. Arasso?”

“aku juga tidak mau melihat noona diperlakukan seenaknnya sama meraka! Sekali-kali lawanlah mereka, noona!”

Seohyun menarik nafas dalam.

“tidak perlu sampai begitu, lagipula aku disini hanya karena beasiswa, aku tidak punya hak—“

“tentu saja ada!” nada suara taemin naik. “noona berhak menolak semua perlakuan tidak pantas mereka!”

“mereka hanya memintaku mengajari mereka belajar, taemin…”

“sambil pegang-pegangan tangan? Itu kurang ajar noona—“

“arasso, arasso. Aku tidak akan melakukannya lagi, lee taemin. Maafkan aku.” Taemin Nampak tidak puas.

“tapi kau juga janji padaku, jangan berkelahi lagi. Noona tidak enak sama tuan lee.”

Tidak ada balasan dari taemin. Seohyun menatap taemin tajam.

“…arasso?”

“…ne.” jawaban singkat itu cukup membuat senyum seohyun mengembang lebar. Taemin bangkit dan membelakangi seohyun. Dalam jarak yang cukup dekat, taemin berjongkok.

“ayo noona, naik.”

“eh?” taemin membuka tangannya kea rah seohyun.

“sini. Biar ku gendong.”

“tidak usah, taemin… aku bisa jala—“

“mau kugendong apa kuangkat seperti pengantin?” seohyun yang tahu sulit betapa sulitnya menolak taemin langsung naik ke gendongan taemin saat itu juga. Sesudah posisi seohyun nyaman, taemin bangun dan mulai berjalan pulang.

“ah. Noona kau berat…”

“ma-maaf! Turunkan saja aku taemin-ah!” seohyun bersiap-siap turun saat taemin mencegahnya.

“aku bercanda, noona. Kau ringan kok. Coba kau menolak tadi,” taemin menggumam, “kau pasti sudah seperti pengantinku sekarang… ” suaranya semakin kecil.

“apa taemin-ah? Aku tidak dengar…”

“aniyo. Bukan apa-apa. Noona pulang ke rumah atau ke tempatku?” taemin menengok ke belakang. Seohyun yang saat itu masih bersandar pada taemin tersentak kaget. Reflex seohyun mendorong pundak taemin dengan tangannya, menjauhkan wajahnya dari wajah taemin.

“a—ah!” jika saja tangan taemin kurang cekatan seperti sekarang, pasti seohyun sudah jatuh. Namun bukan berarti taemin bisa dengan mudah menjaga keseimbangannya. Bagaimanapun membawa seseorang di punggungnya lebih sulit dari pada berjalan sendirian.

“noona! Jangan banyak bergerak!” teriak taemin kaget. “gwenchana?”

“ma-maafkan aku… kamu juga, jangan menengok terlalu cepat!” semburat merah muncul lagi di wajahnya tanpa Seohyun sadari.

Melihatnya, taemin hanya tersenyum simpul.

“kau cantik, noona,”

“e—eh?”

“haha. Sudahlah. Ke rumahku saja ya. Umma juga pasti tidak keberatan jika noona main…”

“… gomawo, Minnie,”

Taemin memegang kaki seohyun erat. Rambut panjang seohyun terurai terbawa angin sore yang hangat.  Dengan begitu, taemin kembali melangkah.

TBC… or Not. You comment and say what must i do.  please do comments. it means so much for me.

There’s only two types of people in the world. The one’s that entertain, and the one’s that observe.

By: Britney Spears (Circus)

I’ll try to be your entertainer, so please observe me?

5 Responses to I’m Here (Be With Me)

  1. cieee..cieee taemin. suka deh kalo sifat taemin manja-manja gitu plus jadi bad boy pula..ha ha tidak terbayangkan…
    aihh seo eonni, taemin pengen nikah tuh sama eonni…^^
    next partnya dong…. aku kasih posternya deh biar Mee cepet ngelanjutin fic ini sama CYBMN…

    http://i53.tinypic.com/qqa49h.jpg

    P.s : untuk kedua kalinya aku suka ff buatan Me.. ^^ keep writing ya Mee

    • KAMU!! TT JANGAN KESERINGAN NGASIH SAYA POSTER MANIS-MANIS KAYA GITU!! SAYA GA MAU MATI MUDA GARA-GARA DIABETES! xDD *nyembah2 Pea* BAGUSSS~ *digampar*

      Ni FF saya yang keduaa~ saya yang sukaaa kalo ternyata ada yang sukaa~ xDD. Saya kok rasa-rasanya punya “fetish” buat taem/noona pairing ya?? ^^ Mungkin karena saya suka rare pairing kali yaaa… xixixi xDD

      IYA! TAEMIN MAU DINIKAHIN SAMA SEOHYUN NI~ SAYA JUGA MAU NIKAH SAMA TAEMIN~ *pedo* wkwkw. saya belum bosen nyiksa dia nih. Angst lagi deh ni kayaknya ntar…

      PS: I can’t say enough thanks for your kindness. really. *bearhugs*

  2. Pingback: Fanfic’s Poster « Your Unforgettable Story

  3. lanjutin dong eonn… Maaf baru coment.. Ceritanya bagus,eonni TaeHyun (Taemin Seohyun) shipper jga gak?? Kalo aku iya :D

    • aku! aku iyaaa!! akuu shipper merekaaa TT^TT *pelukNabilakenceng*
      lanjutannyaa… hehehhehe. Insya Allah ya. masi sibuk ngurus skripsi soalnya. thanks vo reading ma komennya :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s